Kerja kerja kerja

‚ÄčKerja adalah cinta yang mengejawantah

Kahlil Gibran 

Kerja sejatinya adalah wujud dari hati dan pikiran yang baik. Menurut saya, kerja melampaui syarat moral dan etika. Lhoo kok bisa?

Kalau Anda “kerja” mengambil barang milik orang lain hal ini  bukan kerja tapi mencuri.  kerja keras mengambil uang milik rakyat lebih tepat disebut korupsi. 

Etika hanya berlaku jika ada orang dalam konteks sosial. Lepas baju di muka umum tidak etis dalam tradisi masyarakat kota. Tapi etika tidak berlaku jika kumpul dengan masyarakat pedalaman yang mayoritas tidak memakai baju. Etika dalam bekerja berbeda tiap tempat. 

Soal moral. Ada atau tidak ada orang tetap berlaku. Moral Anda bejat jika diam-diam mencuri uang rakyat walaupun tidak ada yang tahu. Jika moral Anda jelek Anda tidak bisa dikatakan kerja kok. 

Kerja mensyaratkan hal yang positif. pikiran yang positif dan niat yang baik. Jika Anda malas dalam bekerja, Anda lebih tepat disebut pemalas. Jika niat Anda jelek, apakah Anda sedang bekerja? 

Jika orang kerja dengan cinta , trus perlu syarat apalagi sih? 

Peace! 

Kerja adalah cinta yang mengejawantah 

Dan jika kau tiada sanggup bekerja dengan cinta Hanya dengan enggan

Maka lebih baik jika kau meninggalkannya
Lalu mengambil tempat di depan gapura candi
Meminta sedekah dari mereka
Yang bekerja dengan suka cita

Kahlil Gibran

Celoteh di Hari Guru

Menjadi guru itu berat..Tanggung jawab yang diemban kalau diukur dengan gaji yang diterima tidak imbang. Anda bertanggung jawab dengan anak tetangga Anda. Pergi sekolah selamat,pulang juga selamat . Kalau ada luka sedikit saja fisik dan emosi …bisa ruwet hehehe.

Menjadi guru itu berat…Ini bukan kendaraan yang efisien untuk menjadi makmur sejahtera secara finansial.Tetangga Anda yang dokter sudah punya Harrier sedang Anda hanya karier saja. 

Menjadi guru itu berat…Gengsi guru kalah sama profesi lain kebanyakan. Hayoo..jika anak Anda bisa jadi insinyur atau guru atau dokter..pilih yang mana? 

Menjadi guru itu berat…salah sedikit jadi perkara (sampai demo segala) , kalau punya jasa besar hampir gak dianggap lol.

Menjadi guru itu berat…Ini posisi yang selalu salah jika ada perkara. Dari urusan kampung sampai negara semua salah guru. Banyak korupsi juga salah sistem pendidikan (sama guru). 

Menjadi guru itu berat…Sehari-hari tugas Pak Parman melebihi Superman. Sampai-sampai koreksian numpuk diranjang. Belum lagi isi administrasi harian. 

Menjadi guru itu berat…Mesti tahu “all in one”. Dari urusan ilmu, kesehatan, psikologi, gaji (oopps), lingkungan, kepribadian, akhlak, akhlak, akhlak (niru siapa ini ya), kerja, kerja, kerja (kalau ini lebih jelas)..

Jadi guru itu berat…Kalaupun punya salah bisa jadi berlipat otomatis. Tapi biasanya guru jarang korupsi..gak ada yang dikorupsi. Kalaupun ada…luarrr biasa.

Jadi guru itu berat …Masih pingin jadi superman? Eh Guru.

Selamat Hari Guru ya !

(Abis tumpengan..ngopi yukk !! )

Peace !

Prihatin

Akhir-akhir ini saya prihatin terhadap kejadian yang menimpa salah satu bapak bangsa Buya Syafii Maarif. Apa yang menjadi pemikiran beliau terkait kasus Ahok mendapat balasan hujatan. Semestinya balaslah pemikiran dengan pemikiran. Balaslah pendapat dengan pendapat. Balaslah logika dengan logika juga. Apakah semua manusia sama persis pemikirannya seperti robot? Apakah adil jika suatu pendapat dibalas dengan hujatan? Apakah sekolah (jika Anda sekolah) mengajar dan mendidik seperti itu ? 

Semestinya semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang semakin arif untuk memberi sikap terhadap perbedaan. Saya kagum dengan keberanian dan kemandirian Buya Syafii meskipun pendapat dan pemikirannya menantang arus utama. Beliau sudah matang luar dan dalam. Meskipun beda tapi tidak takut untuk menyampaikan. Beliau sadar bahwa beda pendapat tidaklah salah dalam kehidupan bernegara yang menganut asas demokrasi. 

Saya sangsi tingkat intelektualitas para penghujat. Kalaupun mereka sekolah sampai level dewa, apakah universitas mereka abal-abal? Jika mereka berasal dari universitas top yang masuknya saja susah ..Ohhh inilah yang buat saya prihatin.

Peace !

I’m Titanium..

Dapat oleh-oleh dari adik waktu ke Spanyol pisau lipat berlapis titanium. Sejatinya titanium sangat-sangat tahan karat sehingga baik untuk pisau penyelam. Tapi untuk kegunaan umum kurang baik sebagai bahan utama pisau. Karena tingkat kekerasan yang rendah dibanding baja lain alias gampang tumpul. Baja non magnetik yang tergolong mahal ini baik untuk pegangan pisau atau bisa sebagai pelapis baja utama. 

Saya “membeli pisau” ini sebagai syarat bahwa memberi hadiah atau oleh-oleh pisau kepada orang dekat tidak dianjurkan menurut tradisi hehehhe. Jadi kalau pacar Anda suka benda-benda tajam, kasih syarat untuk membeli se- iklasnya. Misal 10 ribu atau 10 juta lol

Peace !

Soal kabel ekstensi …Hati-hati !

Beberapa hari lalu kabel ekstensi saya ( 1) hampir terbakar dan sudah sebagian meleleh karena saya bebani dengan las listrik 900W (2). Poor me ! Terburu nafsu pingin nge-las jadi kurang perhatian. Setelah bertobat saya buat sendiri yang sebanding (3).

Patokan sederhana : besar kabel ektensi Anda minimal sama atau lebih besar dibanding dengan kabel peralatan yang ingin Anda nyalakan. Jika tidak Hati-hati !

Kadang saya menemukan ekstensi kabel listrik “abal-abal” yang ditulis dapat dialiri daya besar tapi secara fisik tidak meyakinkan. Lebih baik mahal sedikit tapi aman jika berkaitan dengan listrik.

Peace!