Perbedaan itu …

Kopiku pahit,musikku kacau,senangku kluyuran, ….Merayakan perbedaan itu berat. Karena untuk bisa merayakan harus punya tiket menjadi diri sendiri. Sedang proses untuk itu sering terjal berliku.Umum terjadi apa yang menjadi “mainstream” itulah diri kita. 

Diri sendiri lebih banyak ditentukan apa yang baik dan etis menurut banyak orang. Jadilah diri kita gerombolan domba sama putih semua dari pikiran,perkataan, dan inisiatif. Menjadi domba berbulu unggu di tengah lautan domba putih tentu mengerikan hehehe.

Barangsiapa kurang menghargai keunikkan diri sendiri akan susah menghargai orang lain yang berbeda. Menjadi diri sendiri punya syarat : Apa sih yang benar-benar diinginkan ? Apa sih menurut kamu sendiri …yach nurut kamu sendiri pribadi gimana? Bukan nurut banyak orang penting, bukan nurut tokoh A,B, dan C. Kalau pemikiranmu gimana?

Jika diri pribadi berdasar persaingan juga repot. Masak bunga mawar mau bersaing sama Anggrek? Tiap bunga punya keindahan masing-masing. Kalau gak mau jadi bunga jadi rumputpun juga gak apa. Apa selalu tiap orang jadi Anggrek semua? khan jadi bosen dunia ini hehehhe.

Kalau kamu seorang dokter ya gak apa. Saya tukang kebun aja hehehhe. Kalau kamu yang dokter merendahkan profesi lain seperti tukang kebun…yah apa benar kamu dokter sungguhan? Apa kebahagiaan saya kamu yang tentukan? 

Menjadi diri sendiri butuh kemandirian luar biasa dalam berolah pikir dan rasa. Hal ini akan menentukan pilihan yang original dari diri sendiri. Tidak apa ada pendapat dan pikiran orang lain. Tapi yang terakhir melakukan eksekusi siapa?  Terus yang memerima konsekuensi siapa?

Mengkaitkan diri sendiri dengan sesuatu yang hebat (entah pemikiran,kepercayaan,tindakan,inisiatif,tren ) juga godaan besar untuk menjadi diri sendiri. Lebih baik tinggalkan itu semua. Jangan mendongak ke atas terus. Lihat ke bawah. Pergi ke tepi pantai ke Ibu lautan dan bertanya siapa dirimu. pergi ke gunung ke Ayah yang kokoh dan bertanya mengapa aku ada?  Laut dan gunung tidak punya kepentingan pribadi untuk tipu-tipu dan manipulasi hehehhe.

Menjadi diri sendiri semudah dan sesulit itu. Jika Anda tidak menghargai kopi saya yang pahit plus musik saya yang kacau…apalagi ditambah membandingkan (eitt..bertanya saja enggak..langsung vonis) trus sampai mana level kematangan pribadi Anda? 

Peace! 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s