Catatan soal uang 1/2

Inti dari uang adalah perputaran. Seperti main monopoli, Anda membeli rumah kecil, investasi macam-macam untuk kemudian diputar kembali. Jika rumah Anda dulu seharga 100 sekarang sudah bernilai 200. Anda menjual untuk membeli yang lebih bernilai.

Atau ternak ikan lele yang habis biaya 1000 untuk kemudian saat panen Anda jual 3000. Atau jika malas, deposito saja uang Anda agar bisa berkembang. 

Lhaaa kalau tidak punya uang ?

Ini pertanyaan yang berat hehehe. Karena menurut saya jawabannya tidak terkait dengan uang itu sendiri. Uang adalah sarana untuk mencapai tujuan (termasuk tujuan supaya uang itu lebih banyak). Jika saya ingin beli pisau “Zero Tolerance” terbaru  dan saya tidak punya uang, selama saya punya niat untuk membelinya…cepat atau lambat saya akan memilikinya meski untuk sebulan kedepan saya hanya makan nasi pecel tiap hari.Jadi yang penting pertama adalah niatan yang kuat. 

Yang kedua adalah resiko yang mau ditanggung. Ada resiko yang berbahaya jika Anda memutar uang yang seharusnya untuk kebutuhan pokok tapi Anda putar untuk keperluan sekunder. Apalagi jika sumber perputaran uang adalah hutang ke tetangga.

Jika sama-sama hutang, lebih baik memilih resiko untuk beternak ikan lele atau buka warkop  daripada memutar uang untuk keperluan tersier seperti membeli macbook terbaru (yang cuma buat browsing internet saja).Tidak perlu gengsi memakai jeans lawas atau HP jadul , yang penting Anda yakin perputaran uang Anda sehat.

Jadi…tujuan yang mesti dibidik pertama (dengan niat yang kuat) adalah sandang & pangan. Ini adalah level pertama Maslow. Anda mesti berjuang agar Anda dapat makan yang layak (juga susu yang cukup untuk bayi jika Anda punya). Tidak perlu berpikir pamer sepeda motor 250cc ke tetangga jika susu buat bayi masih kedodoran. Ada saatnya nanti. Ini adalah medan perang pertama yang mesti dikuasai dan diamankan.

Hidup kadang kompleks bin ruwet, ada biaya-biaya tak terduga muncul. Tapi jangan menambah ruwet dengan perputaran uang yang ngawur karena termakan iklan atau iri dengan tetangga. 

Resiko terbaik yang dapat Anda ambil adalah dengan bekerja hehehhe. sesederhana dan sesulit itu. Tidak punya uang adalah relatif. Jika Anda masih bisa mentraktir saya secangkir kopi 3000 rupiah Anda masih punya harapan 🙂

Peace!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s