Buka vs Tutup

Dalam satu kuliah S2 di kampus tercinta, terjadi perdebatan antara saya dan dosen. Topik yang diperdebatkan adalah model pengembangan perangkat lunak. Perdebatan sempat memanas dan membuat suasana kelas jadi sedikit mencekam. 

Intinya sederhana. Terjadi perbedaan besar antara pengembangan perangkat lunak kode tertutup (close source) dengan kode terbuka (open source). Tentu jika di tarik lebih jauh, spirit yang mengikuti juga akan beda.

Meruntut argumen yang saya ajukan, saya punya kebiasaan  untuk mengikuti changelog pada dua tempat. Pertama changelog development sistem operasi yang saya gunakan. Kedua adalah changelog kernel linux. Untuk bagian kedua, jujur saya cuma paham 1% saja hehehe.

Ilmu rekayasa perangkat lunak bukan ilmu saya. Sayapun dapat nilai C pada akhirnya. (Nilai C dapat dianggap tidak lulus di S2). Perdebatan sampai batas tertentu juga tidak berguna dilakukan dan tidak pantas dilakukan di ruang kuliah. 

Peace!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s