Loss aversion

Lebih baik tidak rugi 100rb daripada untung 100rb. Lebih baik tidak kehilangan daripada mendapatkan. Maksudnya secara psikologi kehilangan (uang) punya efek 2x mengecewakan daripada mendapat uang dengan jumlah yang sama.

Bahasa “ndeso” : kalau dapat rejeki kurang bersyukur .Kalau rugi marah & kecewa setengah mati hehene.

Ini adalah perjuangan untuk lebih bersikap imbang dan netral. Jika untung bersyukur..jika rugi (lhaaa) juga bersyukur. Yang terakhir lebih berat khan ? 

Khan tidak mungkin jika mau usaha atau jualan warung kopi misalnya gak mau keluar uang buat modal. Terus pinginnya untung terus hehehhe. 

Karena segala sesuatu pasti ada resikonya. Apalagi menyangkut uang. Jika tidak mau menerima resiko kehilangan bisa-bisa larinya ke mbah Dimas Kanjeng.

Satu solusi buat mengatasi hal ini sederhana : Main game yang berhubungan sama uang (virtual). Monopoli misalnya hehehhe. Latih diri sendiri dengan disiplin tingkat tinggi untuk mengalahkan sindrom “loss aversion”.

Jika sudah berhasil…Anda sudah siap membuka warung kopi Giras Anda.

Peace!

Saya ambil dari wiki tentang “loss aversion” :

In economics and decision theory, loss aversion refers to people’s tendency to prefer avoiding losses to acquiring equivalent gains: it’s better to not lose $5 than to find $5. Some studies have suggested that losses are twice as powerful, psychologically, as gains.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s